Jangan Takut Hadapi Hidup

Begitu banyak contoh peristiwa yang menakjubkan terjadi ditengah kehidupan negeri kita ini, semenjak dari Ujung Pulau Sumatera sampai ke Daratan Papua. Betapa besar perlindungan dan pertolongan Allah kepada umat-Nya, karena sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Siapakah yang mampu menjaga dan melindungi anak manusia kalau bukan Allah SWT. Oleh karena itu sebelum kedua mata ini terlelap menuju pembaringan, kita dianjurkan berdoa. 

“Ya Allah, kuserahkan diri ini kepada-Mu, kuletakkan semua urusanku kepada-Mu, kuhadapkan wajah kepada-Mu dan kusandarkan punggungku kepada-Mu, kesemuanya penuh rasa harap dan cemas kepada-Mu. Tiada tempat berlindung dan (meminta) keselamatn kecuali hanya kepada-Mu “. 

Jika kamu mampu menjaga dan menunaikan hak-hak Allah, niscaya Allah juga akan menjaga dan memelihara kamu untuk selama-lamanya. Rutinitas Yang Dapat Menjaga Diri Seseorang. 

1.      Wudhu.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, “Wudhu merupakan senjata orang yang beriman“. Ketika seseorang membasahi anggota tubuhnya dengan air wudhu, maka dengan izin Allah, Dia akan menjaganya dari rasa ragu dan waswas, dari bisikan hawa nafsu, dari roh-roh halus yang mungkin akan mengganggunya, dari sifat dengki dan hasad ( iri hati ) serta dari berbagai bencana yang mungkin menimpanya. 

2.      Wirid dan Dzikir.     

Beberapa contoh wirid dan dzikir yang bisa kita amalkan, semoga Allah berkenan membantu kita untuk senantiasa mengingat dan melantunkannya baik di waktu pagi, petang maupun  ketika hendak pergi kepembaringan, yakni :           

a.  Ayat Kursi.           
Tidak diragukan lagi bahwa Ayat Kursi benar-benar mengandung beberapa hal yang sangat menakjubkan di kalangan abid (orang yang ahli ibadah). Selain itu ia pun memiliki kedudukan yang sangat luar biasa di kalangan ahli tauhid. Oleh karena itu apabila seseorang membaca ayat ini sebagai bagian dari rutinitas dzikirnya, niscaya ia akan selalu berada di bawah naungan penjagaan dan perlindungan Allah SWT.
      

b.  Penutup Surah Al-Baqarah.           
Yang dimaksud dengan penutup Surah Al-Baqarah adalah tiga ayat terakhir di penghujung Surah Al-Baqarah.      

c.  Al-Mu’awwadzat ( Surah-surah Penjagaan ).           
Rasulullah SAW pernah berkata kepada salah seorang sahabatnya, “ ( bacalah ) Qul huwallahu ahad, qul a’udzu birabbil falaq dan qul a’udzu birabbinnas “, ketika engkau berada di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, niscaya ia akan dapat menjaga dirimu dari segala bahaya.
      

d.  “ La ilaha illallah wahdahula syarikalahu lahu mulku walahu hamdu yuhyi wayumitu wahuwa a’la kulli syaii’n qadir “.

Wirid ini dibaca sebanyak seratus kali di waktu pagi dan seratus kali di waktu petang, barang siapa yang mengamalkannya Insya Allah ia akan mendapatkan empat macam kebaikan sebagimana yang pernah dijanjikan Allah. Janji yang tidak akan pernah diingkari sebagaimana yang tertera di dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari.
– Akan ditulis baginya seratus kebaikan dan diampuni darinya seratus kesalahan.
– Ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan sepuluh orang budak yang dimerdekakan. 
– Akan mendapatkan perlindungan dari godaan syetan pada hari itu hingga menjelang sore. 
– Tidak seorangpun di hari kiamat kelak yang mampu menyamai apa yang telah ia lakukan kecuali mereka yang mengamalkan seperti apa yang ia amalkan ataupun melebihi di atasnya “.
 

e.       Membaca A-Qur’an.
Di antara pelindung diri yang paling baik adalah Al-Qur’an. La ilaha illallah, bagaimana mungkin manusia bisa menjalani kehidupannya tanpa Al-Qur’an dan bagaimana mungkin ia dapat melanjutkan perjalanan siang dan malam dalam kesehariannya tanpa kehadiran Al-Qur’an. 

f.        Shalat Malam.
Sahalat malam bisa memberikan seseorang rasa bahagia dan lapang dada, jika ia mampu menunaikan dua rakaat di penghujung malam, meskipun hanya beberapa saat sebelum adzan shubuh berkumandang. Ia bangkit di tengan keheningan malam yang begitu tenang, di saat Allah SWT turun kelangit, bumi, sementara orang lain masih larut dalam tidurnya. Tidak ada kata sia-sia, Allah berfirman, “ Adakah hamba-Ku yang berdoa, maka aku akan mengabulkan permohonannya. Adakah hamba-Ku yang meminta, maka aku akan memberinya. Adakah hamba-Ku yang memohon ampunan, maka aku akan mengampuninya “. 

g.       Shalat Sunnah.
Dalam salah satu hadits Qudsi Allah SWT berfirman “ Hamba-Ku akan tidak henti-hentinya mendekatkan dirinya kepada-Ku dengann sesuatu yang sunnah sehingga aku mencintainya. Dan jika aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran yang dengannya ia dengar dan penglihatan yang dengannya ia melihat “.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa ketenangan, ketentraman, kedamaian dan kesejahteraan dalam mengarungi hidup merupakan dambaan setiap orang. Namun dalam fenomena keseharian acap kali kita menyaksiakan orang yang sejahtera hidupnya, akan tetapi hari-harinya dipenuhi rasa pilu, keluh kesah yang tiada henti. Untuk itu kita jangan terlalu larut dengan keadaan tapi bangkitlah segera serta berbenah diri dan menjadikan kita lebih optimis. Disamping itu kita perlu mencermati setiap kali kejadian yang lalu lalang di hadapan kita, mengambil hikmah di balik semua kejadian dan merenungkan lintasan peristiwa yang akan memberi pencerahan kepada kita di tengah kelalaian manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: